Saturday, August 16, 2008

belajar konsisten

Mami lagi mau beli mie instant di toserba lantai 1 apartemen. Isaac lagi main rumah-rumahan sama Grace, minta ikut. Ayo deh ikut. Padahal lagi setengah telanjang dan gak pake sandal. Tapi toh masih di lingkungan apartemen ini, belum keluar.

Di lift, Mami bilang, "Ikut tapi gak boleh minta apa-apa ya."
Isaac mantuk-mantuk.

Waktu udah sampe di Starmart, Mami lagi cari sabun mandi, tapi engga nemu merek yang dicari, jadi ya ambil mie instant aja deh. Isaac seperti biasa, suka nyaranin, "Beli ini aja, Mami."
Pas di barisan snack, dia minta Taro. Ya boleh deh.
Eh, pas mau bayar, banyak permen di meja kasirnya. Isaac langsung sok nunjuk-nunjukkin ke Mami, "Mami, ini enak lho, beli ini aja."
Hehehe .. anak itu memang pinter bernegosiasi. Gayanya nyaranin buat Maminya, padahal dia sendiri yang punya kepentingan. Dasar!

Mami ingetin, "Kan tadi katanya gak mau minta apa-apa."
Sambil mesam-mesem, dia balikin lagi permennya. Tapi ambil lagi yang lain dan mengulangi usahanya supaya dibelikan permen. Tapi setiap kali diingatkan janjinya untuk tidak minta apa-apa, dia langsung naruh lagi permen di tempatnya.

Sebagai seorang anak, Isaac ni orangnya "nrimo", jadi bikin orang tua selalu pingin ngasih apa yang dia mau. Tapi kali ini biar dia belajar konsisten dengan kata-katanya. Toh udah dapet Taro :-)

No comments: