Monday, October 31, 2011

mencari milen di mall

Hari Minggu, kami sekeluarga pergi ke Puri Indah Mall. Sementara sedang makan burger, Isaac dan Milen jalan-jalan ke luar resto burgernya. Biasanya mereka hanya jalan-jalan di dekat situ dan pasti akan kembali lagi.

Tapi setelah kami akan pergi dari restoran itu, ternyata Milen tidak ada. Dicari-cari tidak ada anak dengan ciri-ciri Milen di jalan-jalan mall itu. Padahal sebelumnya Milen baru saja diumumkan hilang oleh CS Ace Hardware karena berjalan-jalan sendiri. Masa sekarang hilang lagi??

Milen ini termasuk anak yang rasa pedenya sangat tinggi. Kalau sedang jalan sama-sama, dia akan mendahului rombongan dan berjalan seolah-olah dia sudah tahu jalannya. Dan kalau tiba-tiba terpisah dari rombongan, dia tidak merasa dirinya hilang. Dia santai saja dan terus berjalan. Nanti kalau sudah bosan dengan sekelilingnya, baru dia mencari-cari keluarganya.

Kali ini juga begitu. Ternyata tidak jauh dari restoran burger tersebut ada sebuah toko mainan anak-anak. Kami curiga Milen masuk ke situ karena tertarik melihat-lihat mainan di sana.
Ternyata benar!!!
Saat kami semua sedang bingung mencarinya, bahkan Isaac mengira Mami akan meninggalkan Milen karena Milen jalan-jalan sendiri, ternyata Milen sedang asyik melihat-lihat boneka-boneka yang dipajang di toko itu .. ckckck ...

Setelah melihat kami, Milen langsung mengambil salah satu boneka dan mengatakan pada Mami, "Aku mau ini .. aku mau ini .."
Hahaha ..

Tapi ketika kami berkata "tidak" dia menurut dan langsung mengembalikan boneka itu ke tempatnya.

observasi masuk nursery

Tanggal 8 Oktober 2011 kemarin Milena diobservasi sebagai salah satu syarat untuk masuk preschool.
Karena sudah sering melihat Ko Isaac dan Cici Grace berangkat sekolah, dan kepingin merasakan sekolah, Milen pede banget mengikuti observasi tersebut.

Dia disuruh mewarnai, menyebutkan nama gambar-gambar yang ditunjukkan oleh lao shi, berjalan melewati beberapa lingkaran, dan lain-lain.

Ketika keluar, Papi dan Mami bertanya pada Milen, "Tadi di dalam dibilangin apa sama lao shi?"
Jawab Milen, "katanya lao shi, 'nanti belajarnya sambil main'"
Rupanya kalimat itu yang paling berkesan sekali buat Milen :))

Friday, October 28, 2011

main kembang api



Waktu Papi pergi ke Cirebon, Papi beli kembang api beberapa kardus. Walaupun Papi jarang di rumah, tapi Papi ternyata selalu ingat anak-anaknya ya :)

Malam ini kami main kembang api bersama-sama.

Isaac dan Grace sudah bisa menyalakan sendiri kembang apinya, Milen masih takut-takut tapi suka.
Dan seperti biasanya Isaac selalu ingin mencoba cara-cara yang baru, yang berbeda dari yang diajarkan. Dia taruh kembang apinya di lantai, dan menaruh tangannya di atasnya, seolah-olah ingin menyentuh percikan-percikan kembang api itu ckckck ..

Wednesday, October 26, 2011


Hari ini Milen ikut Mami pergi meeting ke daerah belakang Roxy. Karena meetingnya agak pagi, Milen yang baru bangun tidur belum sempat makan. Jadi mami bawakan makanannya Milen di mobil.

Selama perjalanan Milen dengan pintarnya makan sendiri perlahan-lahan supaya tidak tumpah. Dia duduk manis dan memakan makanannya dengan baik.

Mami lega sekali, soalnya jok mobil semua dari kain, kalau kena tumpah-tumpah makanan bisa berabe x_x, sementara Milen dan kakak-kakaknya adalah makhluk yang tidak bisa diam. Mereka selalu berlompatan ke sana kemari.

Tuesday, October 25, 2011


Ini gambar pertamanya Milen pakai pensil warna. Ga jelas sih dia mau bikin apa. Kalau ditanya, pasti jawabannya masih ngalor ngidul gak jelas hehehe .. Tapi dia hebat juga ya milih warnanya :)

video kesukaannya Milen


Ga bosen-bosennya nonton pilem ini. Setiap kali buka ipad atau laptop, minta disetelin kancil dan monyet. Sampe-sampe Milen bisa niruin adegan si monyet waktu makan cabe dan si kancil menasehati monyet.

Sunday, October 23, 2011

tuhan yesus belajar dari mana??

Hari Sabtu malam Isaac, Grace, dan Milen ikut Mami belanja bulanan di H*p*rm*rt. Dalam perjalanan pulang, Isaac bertanya seperti ini, "Mami, Tuhan Yesus itu mati trus hidup lagi belajarnya dari mana sih?"
Hihihi ..

Rupanya, Isaac berpikir semua hal bisa dipelajari, jadi dia juga ingin belajar gimana caranya bisa hidup lagi setelah mati seperti Tuhan Yesus. Bagus juga, ada keinginan untuk belajar :))

Thursday, October 20, 2011

grace : ketiduran di lemari buku

Udah terlalu ngantuk kali ya, jadi ketiduran. Lucunya, mau diangkat, dipindah ke kamarnya sendiri gak mau, malah nangis. Ya udah ga jadi dipindah :D

Sunday, October 16, 2011

giginya isaac tanggal


Malam ini tiba-tiba giginya Isaac yang kemarin-kemarin goyang itu lepas. Letaknya di bawah bagian depan. Setelah berusaha dibawa ke dokter untuk dicabut, dia mati-matian gak mau, akhirnya malam ini lepas.
Ya udah .. lega deh semua orang :)) walaupun sebetulnya lepasnya itu terlambat karena gigi penggantinya sudah nongol cukup lama.

Saturday, October 15, 2011

kegiatan hari ini

Hari ini kami sarapan bersama. Seluruh keluarga berkumpul di ruang makan. Menunya nasi dengan mie instant, kesukaan kami sekeluarga :D. Yang kami sukai dari acara makan bersama adalah kami bisa terlibat percakapan. Maklum, Papi kan sibuk sekali dengan pekerjaannya dan seringnya pulang larut malam, sehingga jarang ngobrol dengan Isaac, Grace dan Milen.

Selesai makan, Papi mengajak Isaac, Grace dan Milen keluar rumah. Papi mau menunjukkan anak-anak kucing yang ada di sebuah rumah kosong dekat rumah kami. Mami masih harus membereskan rumah, jadi tidak bisa ikut dulu, tapi akan segera menyusul. Tapi entah bagaimana, ketika Mami keluar dari rumah, Papi, Isaac, Grace dan Milen ternyata sedang berada di taman, menonton anak-anak bermain bola sambil ngobrol-ngobrol.

Lalu Si Papi punya ide, lomba menangkap lalat. Papi masuk ke rumah dan keluar lagi membawa 4 plastik putih kecil untuk menangkap lalat. Kemudian Papi menunjukkan caranya menangkap lalat kepada Isaac, Grace dan Milen.


Rupanya mereka sangat senang melihat Papi menangkap seekor lalat dan kemudian segera mengikuti apa yang dilakukan oleh Papi.

Permainan yang terkesan jorok ya. Tapi sebetulnya lewat permainan ini kita melatih kesabaran kita. Karena untuk menangkap lalat, tidak bisa dengan gerakan yang cepat. Kita harus pelan-pelan, sabar, supaya si lalat tidak terbang karena menyadari bahaya yang mengintainya :)

Nah urusan tenang dan sabar ini keahliannya Grace nih ternyata. Dan memang, yang pertama kali berhasil menangkap lalat adalah Grace. Setelah melihat Grace bisa melakukannya, akhirnya Isaac berusaha untuk tenang dan akhirnya berhasil juga menangkap beberapa ekor lalat. Milen belum bisa karena memang masih kecil hehehe .. Tapi Isaac dan Grace menangkapkan untuk Milen.




Setelah cape menangkap lalat, Isaac, Grace dan Milen harus mandi. Lagi-lagi acara mandi juga untuk bermain.
Isaac, Grace dan Milen mandi di balkon lantai 3. Balkon lantai 3 adalah tempat kami menjemur pakaian. Di situ ada keran air, sehingga kami bisa mandi di situ. Ternyata yang biasanya Isaac, Grace dan Milen mandi di situ dengan berendam di ember besar, sekarang embernya sudah tidak bisa memuat anak tiga. Mereka akhirnya bermain di lantai. Mereka tahu kalau lantainya tergenang air akan menjadi licin, jadi mereka berseluncur di lantai. Isaac paling seru kalau masalah permainan fisik seperti ini. Dia meluncur di lantai bahkan memantulkan badannya ketika mengenai tembok, seperti bola.

Friday, October 14, 2011

milen : ga mau pake baju yang ga ada tangannya

Kecil-kecil Milen punya prinsip sendiri tentang pakaian yang dipakainya. Dia tidak mau pakai baju yang tidak ada tangannya. Malu katanya. Entah siapa yang ngomong seperti itu ke Milen, karena Mami kan kadang pingin mengenakan pakaian yang tidak ada lengannya, karena hawa panas, tapi Milen tidak mau. Dia lebih suka berkeringat daripada mengenakan pakaian yang tidak berlengan hehehe ..

Monday, October 10, 2011

isaac : belajar moral sambil memasak


Isaac mulai masuk dapur lagi.
Setelah sekian lama, Isaac tidak ngerecokin orang di dapur, kemarin dia masuk dapur lagi.
Gara-gara pertanyaan di pelajaran moral yang dijawab dengan menggelikan oleh Isaac, akhirnya, untuk mengajarkan materi moral itu, Mami mengajak Isaac untuk ikut membantu memasak. Walaupun pada kenyataannya, siapa yang memasak dan siapa yang membantu jadi tertukar kalau begini hihihi ..

Isaac belajar mencuci beras, dan memasukkannya ke alat rice cooker, lalu menyalakan alat tersebut. Kemudian dia belajar membuat telur dadar coklat.
Setelah semua selesai, dia juga membawakan makanan untuk Papi, karena Papi sedang sakit.
Jadi intinya, Isaac belajar memasak sambil praktek pelajaran moralnya tentang membantu orang tua.

Mami sengaja tidak menyuruh Isaac menghafalkan materi pelajaran moralnya, karena belajar seharusnya dialami sendiri, ada pengalaman, bukan hanya dihafalkan dan menjadi teori saja.
Isaac juga senang ternyata bisa membantu Maminya memasak di dapur, membersihkan kamar, membersihkan tempat mainnya, membuat makanannya sendiri, menyuapi adik-adiknya.

Wednesday, October 05, 2011

isaac : pelajaran moral

Tadi malam Isaac mengerjakan PR bersama Mami. Awalnya malas sekali untuk mengerjakan PRnya, karena masih asyik nonton video-video di youtube bersama Grace dan Milen. Tapi ternyata Grace juga bersemangat untuk mengerjakan buku latihan menulis mandarinnya. Jadi akhirnya mereka mengerjakan PR berdua.

Sambil menemani Isaac dan Grace mengerjakan PR, Mami membuka agenda sekolah Isaac untuk melihat ada informasi apa saja dari lao shi-nya Isaac. Ternyata ada beberapa lembar tes yang dibagikan.

Ada hal yang agak menggelikan ketika Mami membaca hasil tes pelajaran moralnya Isaac.
Di situ ada pertanyaan seperti ini :

Jika ibu sibuk memasak di dapur, maka saya akan ...
Isaac menjawab menunggunya
Tapi sebenarnya jawaban yang diharapkan oleh lao shi atau si pembuat soal adalah membantunya.

Sebenarnya Isaac merasa bingung kenapa jawabannya disalahkan. Bahkan ketika diremidi tesnya karena Isaac mendapatkan nilai kurang dari yang diinginkan sekolah, dia tetap memberikan jawaban yang sama :D

Lalu Mami jelaskan, bahwa di pelajaran ini kita sedang belajar moral, artinya belajar hal-hal yang baik yang harus kita lakukan. Jadi sebetulnya kalau Mami sedang memasak, Isaac seharusnya membantu, tapi karena Isaac belum bisa banyak membantu urusan memasak, maka Isaac bisa membantu Mami dengan cara menjaga adik-adik selama Mami memasak supaya Mami tidak kerepotan.

Dan walaupun disalahkan oleh lao shi, menunggu adalah bantuan yang lebih baik untuk Mami daripada ngerecokin. Tentu saja, itu adalah perbuatan yang paling sopan (bermoral) yang bisa dilakukan oleh Isaac saat ini untuk membantu Maminya supaya tidak tambah repot :D