Saturday, October 15, 2011

kegiatan hari ini

Hari ini kami sarapan bersama. Seluruh keluarga berkumpul di ruang makan. Menunya nasi dengan mie instant, kesukaan kami sekeluarga :D. Yang kami sukai dari acara makan bersama adalah kami bisa terlibat percakapan. Maklum, Papi kan sibuk sekali dengan pekerjaannya dan seringnya pulang larut malam, sehingga jarang ngobrol dengan Isaac, Grace dan Milen.

Selesai makan, Papi mengajak Isaac, Grace dan Milen keluar rumah. Papi mau menunjukkan anak-anak kucing yang ada di sebuah rumah kosong dekat rumah kami. Mami masih harus membereskan rumah, jadi tidak bisa ikut dulu, tapi akan segera menyusul. Tapi entah bagaimana, ketika Mami keluar dari rumah, Papi, Isaac, Grace dan Milen ternyata sedang berada di taman, menonton anak-anak bermain bola sambil ngobrol-ngobrol.

Lalu Si Papi punya ide, lomba menangkap lalat. Papi masuk ke rumah dan keluar lagi membawa 4 plastik putih kecil untuk menangkap lalat. Kemudian Papi menunjukkan caranya menangkap lalat kepada Isaac, Grace dan Milen.


Rupanya mereka sangat senang melihat Papi menangkap seekor lalat dan kemudian segera mengikuti apa yang dilakukan oleh Papi.

Permainan yang terkesan jorok ya. Tapi sebetulnya lewat permainan ini kita melatih kesabaran kita. Karena untuk menangkap lalat, tidak bisa dengan gerakan yang cepat. Kita harus pelan-pelan, sabar, supaya si lalat tidak terbang karena menyadari bahaya yang mengintainya :)

Nah urusan tenang dan sabar ini keahliannya Grace nih ternyata. Dan memang, yang pertama kali berhasil menangkap lalat adalah Grace. Setelah melihat Grace bisa melakukannya, akhirnya Isaac berusaha untuk tenang dan akhirnya berhasil juga menangkap beberapa ekor lalat. Milen belum bisa karena memang masih kecil hehehe .. Tapi Isaac dan Grace menangkapkan untuk Milen.




Setelah cape menangkap lalat, Isaac, Grace dan Milen harus mandi. Lagi-lagi acara mandi juga untuk bermain.
Isaac, Grace dan Milen mandi di balkon lantai 3. Balkon lantai 3 adalah tempat kami menjemur pakaian. Di situ ada keran air, sehingga kami bisa mandi di situ. Ternyata yang biasanya Isaac, Grace dan Milen mandi di situ dengan berendam di ember besar, sekarang embernya sudah tidak bisa memuat anak tiga. Mereka akhirnya bermain di lantai. Mereka tahu kalau lantainya tergenang air akan menjadi licin, jadi mereka berseluncur di lantai. Isaac paling seru kalau masalah permainan fisik seperti ini. Dia meluncur di lantai bahkan memantulkan badannya ketika mengenai tembok, seperti bola.

No comments: